TRUTH : PSBB Kota Tangsel tidak efektif

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diwilayah Tangerang Raya sejak 18 April 2020 lalu nampaknya belum dapat menekan penyebaran Covid-19 terutama di Kota Tangerang Selatan. Hal tersebut didapatkan setelah TRUTH (Tangerang Public Transparency Watch) merilis hasil analisa sejak awal sebelum penerapan PSBB sampai tanggal 25 April 2020.

ini telah berjalan kurang lebih seminggu, hal ini terjadi karena Kota Tangerang Selatan menjadi Kota yang masuk dalam zona merah Covid-19.

Dalam data yang diterima Minggu, (26/04/2020) Koordinator TRUTH Aco Ardiansyah dalam rilisnya mengatakan bahwa setelah dilakukan analisis antara seminggu sebelum PSBB yaitu tanggal 10-17 April 2020 dan setelah PSBB dipaksanakan 18-25 April 2020 ternyata PSBB tidak memberikan dampak sama sekali terhadap grafik pertumbuhan korban dalam 3 Kategori yaitu Kategori ODP, PDP dan Korban yang Positif.

“Dari hasil analisis yang sudah kami olah ternyata jumlah peningkatan ODP setelah PSBB lebih tinggi dari pada sebelum diberlakukan PSBB yaitu rata-rata 25 : 23 orang kenaikannya, kemudian peningkatan PDP setelah PSBB lebih tinggi dibandingkan sebelum diberlakukn PSBB yaitu rata-rata 11,3 : 9 orang kenaikannya” tegas Aco.

Ditambahkannya bahwa Pasien Positif Covid-19 sebelum dan setelah PSBB justru mengalami kenaikan yang sama yaitu rata-rata 1,6 orang, melihat angka-angka dan perbandingan tersebut diatas, ini menunjukkan bahwa PSBB selama seminggu ini tidak efektif sama sekali, atau dengan kata lain gagal, dirinya berpendapat bahwa Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan tidak mampu mengeluarkan kebijakan untuk mengendalikan situasi dalam covid-19 ini apalagi penerapan PSBB ini menghabiskan anggaran yang lebih, sementara hasilnya sama saja./Juno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *