Status PSBB Tangsel Hanya untuk masyarakat biasa, Pejabat bebas melanggar

Foto Pejabat Tangsel / Medsos

Ada-ada saja memang kelakuan para pejabat Tangsel. Setelah kemarin viral nya foto selfie Wakil Walikota Benyamin Davnie dan Kepala bidang penegakan perundang-undangan Satpol PP Tangsel Sapta Mulyana yang mengabaikan protokol kesehatan, sekarang giliran Walikota Tangsel Airin Rachmidiany dan Sekda Muhammad yang terlibat foto bersama seusai menghadiri pemakaman mantan anggota DPRD Tangsel H. Amin Djambek.

Dalam foto yang berbeda, baik Airin maupun Muhammad terlihat tanpa sekat serta jarak aman melakukan foto bersama, dan jelas itu mengabaikan protokol kesehatan.

Sesuai dengan Peraturan Walikota Nomor 13 Tahun 2020 pasal 17 point 4, menyatakan:
Pelaksanaan kegiatan pemakaman bukan karena Corona Virus Disease
2019 (COVID-19) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, dilaksanakan dengan ketentuan:
a. dilakukan di rumah duka;
b. dihadiri oleh kalangan terbatas paling banyak 10 (sepuluh) orang;
c. menggunakan masker; dan
d. menjaga jarak antar pihak yang hadir paling sedikit dalam rentang 1 (satu) meter.

Artinya disini Walikota Tangsel Airin Rachmidiany dan Sekda Muhamad mengabaikan aturan yg mereka buat sendiri, ibarat pepatah mengatakan “seperti menjilat ludah sendiri.” Sangatlah tidaklah etis dan elok tokoh publik bersikap demikian. Seharusnya pemimpin itu menjadi tauladan, menjadi contoh baik untuk masyarakatnya.

Sama-sama kita ketahui bahwa peraturan Walikota (perwal) merupakan Otoritas atau wewenang dari kepala daerah sebagaimana di jelaskan dalam peraturan menteri dalam negeri nomor 120 Tahun 2018 tentang perubahan atas Permendagri nomor 80 Tahun 2015 Tentang produk Hukum Daerah.

Selanjutnya Sekertaris Daerah (sekda) secara administratif memiliki tugas mengundangkan, menempatkan peraturan tersebut kedalam berita daerah dan mensosialisasikannya.

Dengan adanya perstiwa ini, yang terjadi diruang terbuka, kita bisa menilai kepantasan dan kelayakan pemimpin serta calon pemimpin Tangsel, ketika mereka sendiri tidak konsisten dengan aturan yang mereka buat, maka bagaimana nasib kota ini kedepannya? Bagaimana kinerjanya diruang-ruang yang tidak terbuka atau tertutup.

Ahmad Priatna
Wakil Koordinator TRUTH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *