Lemahnya Penerapan PSBB Kota Tangerang

Pemerintah Provinsi Banten telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Tangerang Raya pertanggal 18 April 2020. Keputusan ini pun telah diamini oleh pemerintah Kota Tangerang dengan mengeluarkan Peraturan Walikota Tangerang No.17 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kota Tangerang.

Namun sampai saat menjelang berakhirnya penerapan pembatasan sosial berskala besar ini, nampaknya belum terlihat tanda penurunan angka masyarakat penderita Covid-19 yang signifikan. Hal itu dapat dilihat pada portal resmi informasi Covid-19 Pemerintah Kota Tangerang yang diperbarui pada Tanggal 30 April 2020, dengan jumlah penderita yang terkonfirmasi sebanyak 154 Orang. Dalam Perawatan 93 Orang, Sembuh 41 Orang dan Meninggal 20 Orang dengan sebaran di 13 kecamatan di Kota Tangerang.

Semakin masifnya penyebaran penderita Covid-19 ini ditenggarai karena lemahnya penerapan Perwal oleh pemerintah kota tangerang ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya dari virus ini, hal ini terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang berkumpul melebihi batas yang telah di tentukan yaitu sebanyak 5 orang, dan masih adanya restoran/rumah makan atau usaha sejenis yang masih menerapkan sistem makan di tempat padahal sudah ada himbauan dari pemerintah bahwa restoran/rumah makan atau usaha sejenis untuk membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung (take away)

Serta jika dilihat di sudut-sudut perkampungan Kota Tangerang masih banyak masyarakat yang melakukan kegiatan agama dan menimbulkan keramaian tanpa menerapkan physical discanding. Padahal sudah tertulis secara jelas dalam Peraturan Walikota Tangerang No.17 Tahun 2020 pada pasal 11 bahwa selama pemberlakuan PSBB, dilakukan penghentian sementara kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah dan kegiatan keagamaan dilakukan di rumah masing-masing.

Oleh karenanya, dalam penerapan PSBB Tahap 2 yang akan di lakukan pemkot Tangerang pada tanggal 2 hingga 15 Mei. Sudah semestinya pemkot Kota Tangerang mengevaluasi penerapan PSBB tahap I dan serius lagi baik sosiasasi kepada masyrakat, Maupun pelaksanaan PSBB itu sendiri kedepannya.

Opini : Rhomi Ramdani
Sekolah Anti Korupsi Tangerang

Opini Telah Terbit di : anotasi.id

link: https://anotasi.id/2020/05/01/lemahnya-penerapan-psbb-kota-tangerang/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *